Langsung ke konten utama

#SebulanCurcol #Day4: Rajegwesi

Bagi sebagian orang, pantai adalah tempat mereka menghabiskan hari liburnya. Tapi tidak bagiku.

Pantai, laut, samudra bagiku adalah tempat dimana segala hal yang membuatku sesak dihempas. dimana kebahagiaan terasa pekat dan membuatku penuh, dan dimana hati punya pegangannya.

Hembusan angin yang membasuh, irama ombak yang teratur & memekakkan telinga, serta aroma samudra yang menenangkan. Seandainya kedamaian dapat digambarkan, begitulah aku menggambarkannya.

Pantai bukan hanya sekedar destinasi, pantai adalah tempatku pulang. Tempat dimana "rumah"ku punya bangunannya.

Banyak pantai yang sudah kukunjungi, entah berapa jam yang aku habiskan dengan hanya duduk, memandang ke arahnya tanpa melakukan apapun kecuali bernapas dan berdialog dengan semesta.

Semua pantai yang pernah kujejak belum pernah lagi kukunjungi, tapi seandainya boleh meminta, aku akan serius merayu semesta untuk menjodohkanku lagi kepadanya.

Rajegwesi.
Pantai pembuka di deretan pantai menuju Sukamade Banyuwangi. Pantai pertamaku. Pembuka pintu petualangan baru. Dan pantai dengan pagi terindah yang pernah aku cecap.


Kemiripan aroma laut dan aroma tubuh membuatku mulai percaya bahwa manusia pertama lahir dari rahim samudra. Kami hadir di sini karena terpanggil wangi leluhur. (Dee Lestari, Aroma Karsa)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan 30

 Hay Mi, Bagaimana rasanya tumbuh dewasa? Apakah menyenangkan seperti pikiran belasanmu? Aku tau tak mudah berada di titikmu saat ini. Berbanggalah Mi, hari ini kamu bisa meredam amarahmu dengan cukup baik. Berbahagialah Mi, karna hari ini kamu berhasil melewati banyak hal yang sulit. Bersoraklah Mi, karna kamu berhasil mengalahkan egomu yang maha dahsyat itu. Terima kasih untuk selalu berusaha dan kuat Terima kasih sudah melebarkan punggungmu untuk memeluk segala rasa tak nyaman Terima kasih sudah melapangkan dadamu untuk memaafkan segala hal Terima kasih untuk selalu menemukan kebahagian sederhana di sela hari Terima kasih banyak Mi, terima kasih banyak

Sendiri

 Berada di sini hari ini, dalam ruang tertutup yang hanya ada aku sendiri. Hidup ini lucu ya, 28 tahun aku merasa tidak punya privasi, selama ini yang pernah aku tau rasanya hanya sendiri di tengah hiruk pikuk, akhirnya aku merasakan sendirian di satu ruangan yang hanya milikku. 2 tahun lalu, aku harus bergegas pulang untuk bisa sendirian, benar-benar sendiri. Hari ini aku akhirnya dapat mencicipi rasanya, sendirian, berjam-jam, berhari-hari.

#SebulanCurcol #Day27: Menjadi Pelukis

Seandainya reinkarnasi ada, kamu mau reinkarnasi jadi siapa atau apa? Aku? Seandainya aku percaya dan reinkarnasi benar ada, aku akan tetap bereinkarnasi sebagai diriku, tapi dengan tambahan kemampuan. Yaitu kemampuan melukis. (Lukisan Keenan di film Perahu Kertas) Dulu aku pernah bercita-cita sebagai polisi, dokter, atau wartawan. Tapi sejak SMP, dalam hati kecilku aku sungguh ingin terlahir sebagai pelukis. Aku ingat dulu saat belia aku pernah diajak berkunjung ke Balai Pemuda Surabaya untuk melihat pameran lukisan. Aku masih terlalu kecil untuk memahami lukisan. Tapi aku ingat, hari itu aku menangis di depan salah satu lukisan abstrak. Lukisan yang aku bahkan tak tau apa yang sedang digambarkan, tapi berhasil aku rasakan. Momen itu lah yang sampai saat ini selalu membuatku iri kepada mereka. Pelukis. Karna aku sadar aku tak punya bakat bermain kuas. Tapi aku sungguh ingin bisa menggambarkan isi kepala, bahkan isi hati di atas kanvas dengan torehan warna yang indah. Ingin ...