Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label #SebulanCurcol

Penutup #SebulanCurcol

Akhirnya #SebulanCurcol sampai pada akhir perjalanannya. 30 hari yang diikat oleh kewajiban menulis yang kadang aku jalani dengan biasa-biasa saja, bersemangat, atau kadang dengan susah payah. Pengalaman sebulan ini sedikit membuat aku merasakan hidup sebagai penulis yang punya target mengikat. Aku jadi semakin menghormati mereka yang bekerja untuk menulis. Pekerjaan mereka ternyata berat, dan aku belum sanggup menjadi seperti mereka. Menulis dengan target dan tema ini juga membuat aku bertemu banyak situasi dalam proses menulis (padahal bukan nulis yang serius lho). Ide yang tiba-tiba hilang, harus menulis tema haru biru dan galau saat suasana hati sedang berbunga-bunga, menulis hal membahagiakan saat hari dan hati sedang abu-abu juga pernah aku lakoni. Yang pasti aku jadi sangat belajar untuk dapat menata hati. Kata siapa menulis nggak butuh suasana hati yang sesuai? Butuh banget ternyata. Tapi kalau ternyata tidak sesuai? Nah, saatnya mengolah hati. Dalam 30 hariku, beberapa d...

#SebulanCurcol #Day30: Falling In Love With Prague

Tenyata udah sebulan bener ya #SebulanCurcol kita. Terharu. Walaupun sepuluh hari terakhir mulai terseok-seok buat nulis. Terutama aku yang utang tulisannya bertumpuk persis lapisan wafer. Ternyata beneran susah buat memelihara komitmen dan menjalankan hal yang rutin disaat hari luar biasa random. Tapi akhirnya terselesaikan juga komitmen sebulan ini buat nulis *hembus napas lega* ------------------------------------------------- Kalau ngomongin destinasi impian, aku punya banyak. Banyak banget bahkan, walaupun kebanyakan destinasi di Indonesia. Keinginanku sejak 5 tahun lalu sampai sekarang sungguh tidak pernah bergeser. Aku mau keliling Indonesia. Menjelajah dari bukit tertinggi sampai laut terdalam yang dapat aku capai. Menjajaki Aceh sampai Papua. Aku mungkin berbeda dari kebanyakan orang yang punya cita-cita ke luar negeri. Selama ini aku tidak pernah berkeinginan untuk itu. Bahkan dulu saat aku masih aktif di organisasi yang sering menawarkan beasiswa untuk pelatihan di lua...

#SebulanCurcol #Day29: Leader

2014. Aku masih menjadi koordinator program di salah satu organisasi remaja. Hari itu adalah hari kami melaunching satu program berskala Internasional di Jawa Timur. dance4life. Program pertama yang aku awali perjalanannya di sini, dan untuk pertama kalinya aku berkesempatan menjadi Project Manager. Kegiatan launching ini adalah kegiatan pertama yang aku lead dari awal sampai selesai. Pertama kali pula aku menjadi penanggung jawab tertinggi. Tanpa seniorku sebagai bayang-bayang dan juga Direktur yang melepas saja kami tanpa peduli. Kegiatan ini sebetulnya kerja sama antara Dinas Kesehatan dangan organisasiku, dan aku ingat betul organisasi kami baru bergabung 3 minggu sebelum hari H, sedangkan acaranya akan diadakan di salah satu mall besar di Surabaya yang pastinya tidak mentolerir adanya kesalahan. Aku ingat betul hari-hariku yang penuh dengan rapat persiapan, badan terduduk di depan laptop merevisi banyak hal, telfon yang selalu berdering, dan koordinasi yang tak henti. Aku sung...

#SebulanCurcol #Day28: Tentang Mereka

Sejujurnya postingan ini adalah postingan terakhir yang aku tulis dari beberapa hutang postingan yang harus aku bayar. Ternyata tema ini adalah tema terberat untuk ditulis. Tema yang aku tak tau harus bagaimana menulisnya dengan positif. Sebenarnya aku bukan family person. Tidak pernah mengutamakan keluarga, dan bukan juga orang yang menaruh keluarga sebagai gantungan saat aku tak kuat berpijak. Aku terlahir sebagai sulung dari dua bersaudara. Adekku perempuan, hanya berselisih 3 tahun dari umurku. Aku dibesarkan oleh ibu yang keras dan ayah yang penyabar. Sejak kecil aku terbiasa untuk menahan keinginan. Karna tak semua yang aku butuh dan inginkan selalu berhasil diwujudkan. Setelah aku beranjak dewasa barulah aku dapat sedikit demi sedikin merasakan keinginanku yang menjadi nyata dengan segera, tanpa menunggu terlalu lama seperti saat sebelumnya. Tentunya, segalanya dengan usahaku sendiri. Kemudian aku terlalu terbiasa berjuang sendirian. Memaknai bahwa aku sendiri di dunia ini. ...

#SebulanCurcol #Day27: Menjadi Pelukis

Seandainya reinkarnasi ada, kamu mau reinkarnasi jadi siapa atau apa? Aku? Seandainya aku percaya dan reinkarnasi benar ada, aku akan tetap bereinkarnasi sebagai diriku, tapi dengan tambahan kemampuan. Yaitu kemampuan melukis. (Lukisan Keenan di film Perahu Kertas) Dulu aku pernah bercita-cita sebagai polisi, dokter, atau wartawan. Tapi sejak SMP, dalam hati kecilku aku sungguh ingin terlahir sebagai pelukis. Aku ingat dulu saat belia aku pernah diajak berkunjung ke Balai Pemuda Surabaya untuk melihat pameran lukisan. Aku masih terlalu kecil untuk memahami lukisan. Tapi aku ingat, hari itu aku menangis di depan salah satu lukisan abstrak. Lukisan yang aku bahkan tak tau apa yang sedang digambarkan, tapi berhasil aku rasakan. Momen itu lah yang sampai saat ini selalu membuatku iri kepada mereka. Pelukis. Karna aku sadar aku tak punya bakat bermain kuas. Tapi aku sungguh ingin bisa menggambarkan isi kepala, bahkan isi hati di atas kanvas dengan torehan warna yang indah. Ingin ...

#SebulanCurcol #Day26: Dinikahi Musisi

Adakah yang pernah berkhayal, saking khayalnya sampai yakin bahwa khayalan itu tidak mungkin terwujud. Kalau tidak pernah, kamu logis sekali ya? Kalau sering, yes! Mari kita bergandengan tangan dan membentuk sekutu. Hahahaha Aku biasa menyebut khayalan yang kelawatan ini dengan "mimpi babu" mimpi yang selalu berhasil membuat senyum-senyum tapi kita paham betul kalau mimpi itu tidak akan jadi kenyataan. Sebagai seorang yang selalu bernyanyi di manapun dan kapanpun berada, aku selalu berkhayal punya pendamping hidup yang bisa memainkan alat musik. Dan entah kapan dimulainya tapi aku punya "mimpi babu" dinikahi seorang Adera Ega. Iya, Adera Ega yang penyanyi itu, anak dari penyanyi legendaris Ebiet G Ade. YHA! YANG ITU! Sebentar, mari kita menyelami mimpi ini. Silahkan di-play agar lebih syahdu. Jadi gimana? Mulai mimpi babu juga? Sekarang coba bayangkan bang Dera nyanyi lagunya Brian McKnight yang judulnya Marry Your Daughter langsung di depan ayah den...

#SebulanCurcol #Day25: Aquarius Bergolongan Darah B

What makes you special? Terlahir sebagai aquarius yang bergolongan darah B. Ya, aku merasa spesial karna dua hal itu ditakdirkan padaku beserta sifat dasarnya yang benar-benar milikku. Aquarius yang nyentrik beserta ide gilanya, cuek, nggak mau terkekang rutinitas, tapi jujur. Beserta sifat dasar golongan darah B yang cuek, selalu berfikir positif, nggak ribet, dan anti drama. Begitulah aku. Orang yang saking cueknya selalu ketinggalan gosip, padahal orang-orang bergosip di sebelahku. Tapi sifat ini lah yang membuat aku selalu fokus pada apa yang sedang aku kerjakan. Aku juga buka orang yang suka dalam rutinitas, hal itu juga yang akhirnya membuat aku selalu berfikir soal ide-ide lain yang tidak ada dalam rutinitas. Ya, dari sana pula aku terbiasa membuat banyak ide gila yang seringnya berhasil membuat tercengang. Walaupun kadang juga tak sanggup kuwadahi. Tapi dibalik aku yang selengekan, susah diatur, aku adalah orang yang jujur dan tau betul aturan. Walaupun karna kejujurank...

#SebulanCurcol #Day24: Senja di Tanah Dewi Anjani

Baik, hari ini mari kita membicarakan senja. Senja terbaik. Belum banyak memang tempat yang pernah aku kunjungi, jadi mungkin saja postingan ini akan berubah satu saat nanti. Menurutku, tempat bersenja terindah yang pernah aku kunjungi adalah LOMBOK! Mungkin karena letak geografisnya, mungkin juga karna polusi yang belum separah di tanah Jawa, Lombok punya langit yang indah dan menyenangkan. Itulah mengapa perpaduan langit dan senja di sana jadi hal yang luar biasa. Sejujurnya, saat travelling aku jarang sekali mengambil gambar, menurutku, momen indah lebih baik diabadikan dalam memori otak. Kebanyakan dari kita selalu sibuk mengambil gambar, sibuk mencari angle foto terbaik, tapi lupa menikmatinya. Dan aku salah satu orang yang jarang mengabadikan momen lewat foto. Setiap aku pergi ke tempat baru dan menikmati alam indah, yang aku lakukan hanya diam saja, menikmati suasana, terpaku pada apa yang tergambar di depan mata. mengisi otakku dengan semua memori tentang tempat itu. me...

#SebulanCurcol #Day23: Jawabannya. Yes, I do

*datang ke blog dengan terseok-seok* AKU MAU CURHAT! Jadi memasuki #SebulanCurcol hari ke-20-an ini sejujurnya aku jadi males-malesan buat nulis. Ada aja alasan, dan nggak lagi menyiapkan waktu dan pikiran untuk menulis. Apakah anak aquarius satu ini sudah mulai bosan? Sepertinya iya. Tapi yah namanya dah komit ya, jadi MARI DISELESAIKAN! *pasang iket kepala* Jadi gimana yang ikutan #SebulanCurcol? MASIH PADA SEMANGAT?! *arahin mic ke depan* --------------------------------------------------------- Pertanyaan apa yang ingin kamu jawab? Ini tema aku sendiri yang mengajukan. Hari itu sih aku punya banyak pertanyaan, jawaban, dan apa yang mau aku jelaskan. Sebenarnya tema ini adalah ajang narsis kita menunjukkan jati diri kita. Awalnya. Iya, awalnya. Karna hari ini saat temanya bergulir, semua ide itu hilang! Aku bingung sendiri mau narsis soal apa. Gini lah ya kalau niatnya mau sombong duluan. Jadi aku mau cerita aja lah. Kali aja timbul pertanyaan yang mau aku jawab. B...

#SebulanCurcol #Day22: Teman-teman!

Yang paling aku syukuri di hidupku sekarang? Jelas! BEAUTY AND GLORY! HAHAHAHAHAHA Maaf maaf, abis nonton film ni. Masih kebawa. Glory, glory, apaan glory? masi jauh wey! Mau beli sepatu diskonan aja masih mikir berkali-kali gitu lau Mi. Baik, ini yang serius nih. Dari banyak hal yang aku punya hari ini, aku sungguh sangat bersyukur punya teman-teman yang masih mau menemani. Sejujurnya aku bukan seorang yang sangat menyenangkan dan luar biasa baik sehingga banyak orang yang mau berkawan. Aku juga bukan orang sering menanyakan kabar dan secara rutin mengabsen mereka lewat telfon. Aku jauh lebih senang dan menyenangkan saat bertemu dan banyak bertukar obrolan secara langsung dibanding hanya bertukar obrolan lewat layar. Sedangkan sekarang ini bertukar cerita secara langsung sungguh jarang kita lakukan, lebih praktis menggunakan layar pintar kita. Sayangnya aku belum terlalu menyukainya. Beginilah aku, orang yang mungkin kurang menyenangkan bagi sebagian ...

#SebulanCurcol #Day21: Dia

Aku tak punya banyak memori tentang pacaran, cinta-cintaan, atau sekedar pendekatan yang manis. Sejak remaja sampai sekarang lebih tepatnya, aku terlalu nyaman dengan kesendirian, menikmati hari tanpa harus repot memikirkan perasaan orang lain yang kebetulan menjangkarkan hatinya padaku. Tentu saja ini hanya pemikiran pribadiku, tapi entah mengapa pemikiran satu ini susah sekali digoyahkan. Sebagian menilai aku hanya takut berkomitmen, sebagian lagi menilai “ya kamu aja belum nemu yang cocok”. Ya, mungkin benar. Dari semua kisah cinta yang pernah aku jalani, dari yang berhasil membuat aku kelimpungan, mereka yang pernah singgah sebentar sampai aku lupa namanya, atau bahkan dia yang datang tiba-tiba, tinggal sementara kemudian berpisah, aku selalu berusaha mengingat kisah itu lewat momen manis dan mencoba mengesampingkan segala yang membuat kami akhirnya menyudahi kisah kami. Itulah mengapa aku tidak pernah membenci mereka yang pergi atau yang memang sengaja aku tinggalkan. Kalau di...

#SebulanCurcol #Day20: Sekolah ala Meteor Garden

#SebulanCurcol udah masuk hari ke-20an nih, udah mulai ada yang bolong-bolong postingannya, ada yang ngerapel postingan pun. TERMASUK SAYA! HAHAHA. Jadi sedikit merasakan jadi penulis, mau keadaan kayak gimana juga tulisan harus tetap jalan terus. Ternyata susah ya. Gara-gara #SebulanCurcol ini pernah nulis yang galau mendayu-dayu tapi hati sedang cerah ceria. Pernah pula suasana hati sedang mendung, tapi temanya jatuh cinta yang berbunga-bunga. Yang terakhir ini akhirnya aku bolos nulis deh, nggak sanggup buat nulis yang bahagia padahal lagi abu-abu hatinya. Yep! Aku emang belum bisa profesional buat nulis. Makanya jadi pemimpi aja dulu, penulis masih ntar dulu lah ya. Nggak sanggup adek. Dan yah, hari ini ngerapel tulisan lagi deh akhirnya. Bukan karna suasana hati. BUKAN! Tapi karna kemarin ada yang harus dikerjain sampe malem dan nyampe rumah tiba-tiba jaringan ilang. Nggak bisa buka blog. Udah deh, bolos akhirnya. A.L.E.S.A.N..A.J.A..L.A.U..M.I.! Temanya cerita masa seko...

#SebulanCurcol #Day19: Menjadi Seorang Ibu

Hari ini mari kita berkhayal, siapa Ismi Minarsy di tahun 2028? Umurku 37 tahun saat itu, aku sudah dapat memeluk Samudra, atau mungkin aku juga sudah dapat memeluk Seruni, adiknya. 10 tahun dari sekarang, selain ingin dikenal sebagai seorang ibu, seorang istri yang menyenangkan, dan aku juga ingin dikenal sebagai pengusaha muda yang berhasil. Summer Bliss sudah punya gerainya sendiri, aku pun sudah punya tempat tinggal bertaman luas dan punya joglo di belakang rumah utama. Ah, tidak lupa studio mini di rumah kami, yang penuh dengan spidol warna-warni berbagai ukuran, cat air dan cat minyak yang lengkap, dan tembok yang penuh dengan coretan indah. Samudra berumur enam tahun dan Seruni dua tahun. Kami menghabiskan waktu bersama berempat dengan ayahnya. Mengisi hari dengan menggambar, bercerita, membaca dongeng dan makan camilan di dapur kami. Pada hari yang spesial kami bersama pergi ke kebun raya untuk “bersekolah” mengenalkan banyak jenis pohon kepada Samudra dan Seruni, ata...

#SebulanCurcol #Day18: Oyasumi Nasai, Oniisan

Seperti yang sering aku curhatkan di sini, kisah cintaku jarang berakhir dengan bersama. Saat punya kata bersama pun tak lama juga berakhir begitu saja. Pernah berakhir indah dengan peluk di bandara, itu kalau aku beruntung bersama orang yang luar biasa, kadang bahkan aku berpisah hanya dengan lisan, tanpa pelukan terakhir, bahkan seringnya dengan kemarahannya. Atau lebih sering lagi perpisahan yang kuucap sendiri. Tapi beruntungnya, aku selalu punya momen manis yang bisa aku ingat tanpa rasa marah apalagi menyesal, salah satunya kisah yang ini. 2010 lalu aku dikenal sebagai “Duta Kakak-Adek Nasional” dikalangan teman-temanku karna seseorang ini. Dia adalah kakak angkatanku di kampus, kebetulan dia juga kakak kelasku saat SMP, dan kebetulan pula kami punya nama yang sama. Karna nama yang sama ini akhirnya kami dekat dan mentasbihkan diri menjadi kakak-adik. Aku yang dasarnya memang big brother complex dari kecil, ditawarin jadi adek ya pasti girang lah pasti. Di mana ada mas Mimi...

#SebulanCurcol #Day17: Playlist (Random) Pembangkit Semangat

Kalau ngomongain soal musik dan playlist, sejujurnya hal ini juga salah satu yang random dihidupku. Aku adalah pendengar segala genre musik, walaupun lebih banyak musik pop dan easy listening sih. Dan aku juga pendengar lagu dari banyak Negara. Bukan hanya lagu dari Amerika yang memang selalu jadi lagu hits dunia tapi juga lagu dari beberapa Negara Asia. Dalam playlistku kamu tidak hanya menemukan lagu berbahasa Indonesia & Inggris, kamu juga bisa menemukan lagu berbahasa Jepang, Korea, bahkan Thailand disatu playlist. Iya, serandom itu. Sejak Kecil, aku adalah penggila lagu-lagu Jepang. Awalnya memang karena keseringan nonton kartun. Iya, kartun yang diputar di-TV tiap hari minggu itu, yang tayang dari selesai kultum sholat subuh sampai siang baru kelar. Anak generasi 90an pasti paham nih. Nah aku termasuk anak yang setiap hari males-malesan bangun pagi buat sekolah, tapi hari minggu pagi bener udah bangun padahal nggak ada yang ngebanguin. Dari soundtrack kartun itu aku ...

#SebulanCurcol #Day16: Menggambar

Haeeee *dadah-dadah* Hari ini aku mau berbagi cara bahagia nih. Versi aku tapi yaa. Mulai pertengahan tahun 2017 lalu, sejak ngefollow duo suami istri om Pinot & mbak Ditut di instagram aku mulai menggambar lagi. Awalnya sih nontonin videonya mereka doang, tapi lama-lama kok gatel ya mau ikut menggambar juga. Akhirnya beli deh water colour pencil dan buku gambar kecil. Iya, buku gambar yang 2.500an itu lho, yang tipis bener kaya curhatan colongan kita biasanya. Awalnya ya seadanya banget hasilnya, tapi lama-lama bisa dinikmati lah hasilnya. Sampai akhirnya aku beli sketchbook yang rada niatan. Ternyata benar kata mereka, menggambar itu bisa bikin stress kita ilang. Nggak usah mikir soal gambarnya yang bagus atau nggak, pokoknya gambar aja yang ada di otak, ikutin aja tangan kita mau ngapain. Proses itulah yang meredam stress dan bikin bahagia. Kemarin pun aku sempat di titik yang luar biasa sedih, putus asa, dan stress. Besoknya aku ke toko buku, random beli cat air ...

#SebulanCurcol #Day15: Terinspirasi Oleh Mas Alitt

Seseorang yang mengispirasi? Harus satu ni? Nggak boleh banyak orang? Agak susah memilih ya, sebenarnya aku sering terinspirasi dari hidup banyak orang, merekalah yang memberi andil untuk caraku berpikir dan bertindak hari ini. Tapi kalau ditanya siapa orang yang sangat mengispirasiku untuk terus berjuang melawan hidup? Mas Alitt jawabnya. Lelaki asal Sragen, yang bahkan belum pernah menjabat tanganku tapi sudah banyak mengubah cara pikirku. 2011. Aku mengenalnya lewat twitter (@shitlicious). Saat itu mas Alitt masih tinggal di Yogyakarta, masih jadi seorang reporter sepertinya, dan masih membranding dirinya sebagai "mahasiswa abadi" yang sering menggantungkan hidup pada indomie. Masih sering ngetwit galau ketimbang bahas sesuatu yang agak serius. Itu mas Alitt 7 tahun lalu, hari ini? Selain sebagai penulis, entrepreneur, namanya bahkan lebih terkenal dikalangan pecinta motor modif. Imagenya jauh berubah dari pertama kali aku mengenalnya. Banyak hal yang me...

#SebulanCurcol #Day14: Untuk K

Karena kau ada untuk diriku Sampai mana pun ku sanggup melangkah Di saat yang sulit ku lihat ke belakang Untuk melihat ke sosok dirimu Karena kau ada untuk diriku Tanpa menyerah ku sanggup bertahan karena bagi diriku engkau selalu ada Di sana dan selalu menjagaku, home town Dukungan itulah, home town ~Karena Kau Ada Untuk Diriku - JKT48~ "Sepenggal lirik dari lagu yang tak sengaja kudengar setelah aku menutup telfonmu hari itu. Hari dimana keluhku lebih berat dari biasanya. Lagu yang menggambarkan kamu, dihidupku" ------------------------------------------------------ Aku pernah sendiri menantang dunia yang luar biasa jahat ini. Tak percaya akan orang lain dan selalu mengutuk semesta sampai muak dan lelah. Aku bahkan berkali-kali hampir menyerah kalah, kemudian dia datang mengetuk pintu dengan keras, memaksa masuk, tinggal, dan tak mau pergi. Sampai hari ini. Dibalik aku yang selalu ceria di mana pun berada, adalah dia yang menyimp...

#SebulanCurcol #Day13: Drama Pesawat dan Bandara

Becandaan Semesta? Wah, kalo ngomongin ini banyak banget becandaannya, kadang lucu bener, kadang kelewatan, kadang ngeselin, kadang jg bangke bener becandaannya. Tapi aku nggak mau cerita yang sedih-sedih ah. Aku mau cerita soal becandaan Semesta yang beneran lucu, tapi sangat disyukuri. Ini tentang aku, pesawat, dan bandara. Sejujurnya aku bukan orang yang selalu on time. On time bagi aku ya 5 menit sebelum jamnya. Seringnya sih kelewat 5 sampai 15 menit lah ya. Nggak pernah sampe berjam-jam kok. Karna aku menghargai mereka yang berjanji bertemu. Ceilahhhh. Jadi dimaafkan dong ya. Nah. Dengan jam terbang (arti sebenarnya) yang tinggi dulu, bandara sudah jadi tempat yang sangat sering aku kunjungi. Kadang sebulan bisa PP tiga kali Surabaya-Jakarta bahkan. Alhamdulillah sih dibayarin kantor. Dengan tingkat ke-on time-an ku yang seperti itu, kerempongan kantor yang kadang take off jam 2 siang tapi jam 12 masih harus ngurusin ina-inu, serta kesantaianku yang kadang auk am...

#SebulanCurcol #Day12: Aku #SobatDrakor

Hari ini masuk ke tema yang lumayan receh dan ringan nih di #SebulanCurcol setelah kemarin mengharu biru ngomongin pesan buat anak kita kelak. Kalau ngomongin hobi, di CV aku cuma masukin empat padahal sebenarnya ada lima hobi yang aku selalu lakukan. 1. Dengerin musik 2. ‎Baca buku fiksi 3. ‎Nonton 4. ‎Jelajah pantai Dan yang terakhir, yang terlalu random untuk ditulis di CV adalah 5. ‎Nyampul buku Kalau dengerin musik kayanya bukan hobi lagi ya, tapi sudah masuk kebutuhan bagi aku. Disaat apapun, kondisi apapun musik adalah hal esensial buat aku. Musik itu elemen penting untuk menambah konsentrasi bagiku. Belajar, nyetir, bahkan dulu saat rapat-rapat penting dan krusial aku selalu butuh musik supaya tetap waras dan bisa konsentrasi jauh lebih lama. Oke, lain kali mungkin aku akan cerita soal musik di hidupku. Kalau poin kedua dan keempat sepertinya sudah sering masuk dicerita-cerita lainku di blog ini. Soal hobi menyampul buku pun sepertinya pernah aku baha...