Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Perjalanan

#SebulanCurcol #Day19: Menjadi Seorang Ibu

Hari ini mari kita berkhayal, siapa Ismi Minarsy di tahun 2028? Umurku 37 tahun saat itu, aku sudah dapat memeluk Samudra, atau mungkin aku juga sudah dapat memeluk Seruni, adiknya. 10 tahun dari sekarang, selain ingin dikenal sebagai seorang ibu, seorang istri yang menyenangkan, dan aku juga ingin dikenal sebagai pengusaha muda yang berhasil. Summer Bliss sudah punya gerainya sendiri, aku pun sudah punya tempat tinggal bertaman luas dan punya joglo di belakang rumah utama. Ah, tidak lupa studio mini di rumah kami, yang penuh dengan spidol warna-warni berbagai ukuran, cat air dan cat minyak yang lengkap, dan tembok yang penuh dengan coretan indah. Samudra berumur enam tahun dan Seruni dua tahun. Kami menghabiskan waktu bersama berempat dengan ayahnya. Mengisi hari dengan menggambar, bercerita, membaca dongeng dan makan camilan di dapur kami. Pada hari yang spesial kami bersama pergi ke kebun raya untuk “bersekolah” mengenalkan banyak jenis pohon kepada Samudra dan Seruni, ata...

Terima Kasih Dewi Lestari

Pagi ini entah mengapa saya iseng membaca twitter teh @deelestari . Penulis favorit saya, dan saya menyadari beberapa hal. Buku pertama yang saya baca adalah Perahu Kertas (tahun 2011) saya masih 20 tahun saat itu. sedang berkasus dengan cinta. Cinta kepada orang yang sedekat hubungan kakak adik tapi tak berani memutuskan untuk melanjutkan atau mengakhiri. Buku ini adalah hal yang tak bisa saya ucapkan maknanya. Saat itu saya stug di satu kondisi. Tak bisa bercerita kepada siapapun. Sangat iseng membuka google dan memasukkan kata kunci “kisah kakak adik ketemu gede” dan dengan lucunya semesta ini mempertemukan saya dengan eBook Perahu Kertas. Tanpa banyak pikir saya mendownloadnya. Membacanya di layar laptop, bahkan sampai empat kali sebelum akhirnya membeli buku cetaknya sebagai penghargaan untuk diri sendiri baru pada 2012. Saya aquarius, pecinta laut, pecinta lelaki pendiam nan misterius. Entah guyonan semesta macam apa ini. Tapi yang pasti setelah membaca buku itu saya ber...

Tentang Kalian, Sahabat Perjalanan

Bisa dibilang aku adalah pecandu perjalanan alam, walaupun bisa dibilang aku hanya orang baru. Ternyata aku sudah merelakan diriku jatuh mencintai birunya laut, mencintai damainya pantai, mencintai indahnya bukit hijau.  Senja Di Pantai Pulau Impian Pantai Pribadi Bukit di Perjalanan Menuju Pantai Pribadi Sudah berkali kali aku akhirnya angkat ransel, jalan ke pelosok kabupaten bahkan hutan untuk memuaskan rasa rindu. kadang memang aku harus berangkat sendiri, tapi lebih sering aku berangkat bersama beberapa sahabat, sahabat yang memang akhirnya terbentuk karena kebutuhan kami akan pertemuan dengan alam indah. Pemberangkatan pertama kami yang tak sengaja, bahkan beberapa dari kami baru berkenalan di dalam mobil menuju perjalanan. Berakhir dengan persahabatan tak terpisahkan dengan banyak perbedaan tapi selalu dekat dalam doa. Dari perjalanan itulah akhirnya aku jadi pecandu kebersamaan yang akut, karena kadang bukan hanya alam yang menjadi alasan utama kam...