Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Cerita Cinta

Tentang Pagi, Kamu, Dan Aku

Tulisan ini tentang pagi Pagi yang pernah begitu kucintai hadirnya Pagi yang punya kita sebagai porosnya Dan pagi yang kita pernah sesap perlahan Tulisan ini juga tentang kamu Kamu yang pernah membawaku berlayar dalam dunia khayal kita Kamu yang pernah menjangkarkan senyum kepadaku Dan kamu yang diam-diam berlalu Tulisan ini pun juga tentang aku Aku yang pernah begitu bahagia menikmati guliran waktu di sisimu Aku yang bersyukur atas pertemuan kita Dan aku yang melepasmu perlahan tanpa pernah berucap pamit

#SebulanCurcol #Day21: Dia

Aku tak punya banyak memori tentang pacaran, cinta-cintaan, atau sekedar pendekatan yang manis. Sejak remaja sampai sekarang lebih tepatnya, aku terlalu nyaman dengan kesendirian, menikmati hari tanpa harus repot memikirkan perasaan orang lain yang kebetulan menjangkarkan hatinya padaku. Tentu saja ini hanya pemikiran pribadiku, tapi entah mengapa pemikiran satu ini susah sekali digoyahkan. Sebagian menilai aku hanya takut berkomitmen, sebagian lagi menilai “ya kamu aja belum nemu yang cocok”. Ya, mungkin benar. Dari semua kisah cinta yang pernah aku jalani, dari yang berhasil membuat aku kelimpungan, mereka yang pernah singgah sebentar sampai aku lupa namanya, atau bahkan dia yang datang tiba-tiba, tinggal sementara kemudian berpisah, aku selalu berusaha mengingat kisah itu lewat momen manis dan mencoba mengesampingkan segala yang membuat kami akhirnya menyudahi kisah kami. Itulah mengapa aku tidak pernah membenci mereka yang pergi atau yang memang sengaja aku tinggalkan. Kalau di...

#SebulanCurcol #Day18: Oyasumi Nasai, Oniisan

Seperti yang sering aku curhatkan di sini, kisah cintaku jarang berakhir dengan bersama. Saat punya kata bersama pun tak lama juga berakhir begitu saja. Pernah berakhir indah dengan peluk di bandara, itu kalau aku beruntung bersama orang yang luar biasa, kadang bahkan aku berpisah hanya dengan lisan, tanpa pelukan terakhir, bahkan seringnya dengan kemarahannya. Atau lebih sering lagi perpisahan yang kuucap sendiri. Tapi beruntungnya, aku selalu punya momen manis yang bisa aku ingat tanpa rasa marah apalagi menyesal, salah satunya kisah yang ini. 2010 lalu aku dikenal sebagai “Duta Kakak-Adek Nasional” dikalangan teman-temanku karna seseorang ini. Dia adalah kakak angkatanku di kampus, kebetulan dia juga kakak kelasku saat SMP, dan kebetulan pula kami punya nama yang sama. Karna nama yang sama ini akhirnya kami dekat dan mentasbihkan diri menjadi kakak-adik. Aku yang dasarnya memang big brother complex dari kecil, ditawarin jadi adek ya pasti girang lah pasti. Di mana ada mas Mimi...

Untukmu, Hadiah Tuhan

26 purnama, sempurna ku habiskan untuk terjebak di satu nama, KAMU. Hanya butuh sekali aku membaca kepribadianmu kala itu, Mei 2013 diperjalanan kembali dari Banyuwangi. Lihat, aku sungguh tak pandai mengingat, tapi aku mengingat kejadian itu dengan sempurna. Aku menunggu sampai usiaku 22 tahun untuk dapat bertemu sosok yang selalu hadir dalam khayalanku. Mulai hari itu aku kenal siapa yang selalu hadir di mimpi panjangku, orang yang aku yakin akan ada sosoknya. Hari itu aku kenal namanya. Enam tahun terpaut dari usiaku, tapi ia yang bisa membuatku tak tidur setelah aku sempurna membaca semua yang ada di pikirannya, termasuk jalan hidup dan mimpinya. Sosok yang membuatku terjaga malam itu, bahkan menangis karna haru. Akhirnya orang yang aku impikan bukan hanya khayalan. Bukan hal yang mudah mencintaimu, bahkan aku harus berkali-kali meyakinkan diriku. Terkadang bahkan aku sungguh ingin melempar kepalamu dengan beton, supaya kamu tau, sesakit itu aku mencintaimu. Beratus malam k...

Pelukan Kebebasan

Pukul 22.00. waktu dimana SMSmu hadir. Selalu di waktu ini. Terkadang sebelumnya, saat kamu terlalu cepat pulang dari ritualmu menghirup kopi. Kadang pula setelahnya, saat kamu terlalu sibuk dengan kawan bicaramu. Kita bisa berbicara berjam-jam di waktu malam, sebelum aku akhirnya sempat pensiun sebagai nocturnal. Saat bersamamu, aku selalu berfikir, ternyata jarak Surabaya – Semarang hanya sejengkal di dalam obrolan kita. Tak pernah lebih jauh. Kamu orang yang menyadarkan aku akan banyak hal yang berkaitan dengan hukum. Orang yang selalu berkata padaku, “Sekarang orang baik sudah langka, aku mau kita jadi salah satunya.” Dan kemudian aku selalu mengingat itu saat aku acuh terhadap orang lain. Saat itu kita memang sama-sama mengejar mimpi. Mimpi masing-masing yang memang tinggal selangkah dalam genggaman. Hubungan pertamaku dengan orang yang tak pernah protes dengan segala kesibukanku, karena kamu pun demikian sibuknya. kamu yang sebegitu dewasanya menanggapi aku yang khawa...

Semoga itu Kamu

Untuk kamu yang selalu memandangku dari samping. Entahlah aku harus menyebutmu apa. Aku tak pernah tau harus mendefinisimu seperti apa. Aku tak pandai mengaturmu, aku tak pandai mempertahankanmu di obrolan kita pada jarak jauh. Yang aku pandai hanya membuatmu bertahan disampingku saat kita sama-sama berbaring menghadap handphone kita, atau kadang buku berlatar orde baru. Kemudian kamu akan membelai rambutku dengan perlahan. Dan aku akan diam disana, bukan karena apapun, hanya karena aku mau seperti itu, karena saat aku bergerak, kamu akan menghentikan gerakanmu. Aku tak mau. Sejak belasan, aku mendefinisi cinta sebagai seseorang yang akan berada di sisiku, yang selaras dalam pemikiran, yang tak selalu mengemis perhatian dan ia yang berjuang untuk dunianya. Aku bahkan pernah disidang oleh banyak sahabatku karena ini. Mereka bilang kalau orang yang aku inginkan hanya ada di khayalanku saja. Kemudian di Mei kala itu aku tak sengaja membaca kepribadianmu, diperjalanan kita be...

#LoveWins

Bolehlah aku sedikit bergembira karena berita yang sedang ramai di minggu ini. Soal presiden Amerika yang melegalkan perkawinan sejenis di 50 negara bagian Amerika. Yah, walaupun aku mungkin bukan salah satu orang yang akan menikah dengan sesama jenis, tapi aku turut bahagia dengan semua tagar #LoveWins. Sayangnya masih banyak yang menentang dan memandang negatif. Dan lagi-lagi kacamatanya selalu AGAMA. Lalu semua dianggap salah dari kaca mata itu. titik. Tanpa koma. Entahbagian mana yang salah. Agamanya atau kita yang salah memandang dan mendefinisi agama. Bagiku secara pribadi, selama kita tidak bisa terbuka memandang agama, selamanya agama adalah hal yang tak bisa disandingkan dengan kehidupan bertoleransi. Kebanyakan sibuk mencela merasa paling benar, sebagian lagi sibuk menemukan alasan yang paling bisa diterima banyak orang untuk tidak membenarkan apa kata mereka yang mencela. Kemudian aku tergelitik dengan salah satu komentar di tab mention seorang artis yang seda...

Adikku dan Ketulusan

Hari ini entah mengapa aku ingin menceritakan tentang Adikku, seorang yang umurnya hanya beda beberapa tahun dari ku, jarang sekali kita berbincang lama. Aku sibuk dengan dunia yang aku bangun sendiri, begitu pula dia, kami bahkan sedekat nadi dengan sahabat kami tapi sejengkalpun kami tak pernah sedekat itu. Sampai suatu saat dia harus pergi ke suatu pulau untuk tugas kuliahnya, sedangkan pulau itu pula tempat yang menjadi mimpiku berkelana, mungkin Tuhan memang menjodohkan kami, dia dijadwalkan berangkat 2 minggu sebelum tanggal di tiket pesawatku. Selain pertengkaran tak banyak yang kami obrolkan, tapi disana murni aku punya beberapa hari bersama dia menjelajah alam, bersama sahabatnya tentunya. Awalnya aku mengenalnya sebagai sosok manja yang menyebalkan, mungkin dia hanya mengenalku sebagai seorang kakak yang keras dan menyebalkan pula, tapi beberapa hari itu merubah banyak pemikiran kami. Akhirnya aku mengenalnya sebagai sosok rapuh yang ingin menaklukkan dunia. Dengan bebera...

Kita dan Pagi

Aroma ini, aroma khas yang selalu sama. Aroma yang selalu berhasil mengingatkanku kepada kamu. Aroma seduhan kopi pekat ditengah aroma pagi yang masih semerbak. Pagi ini masih pagi yang sama seperti waktu kita pernah menghabiskannya bersama. Pagi saat kulihat kau masih terlelap di sampingku dengan lengan yang melingkar di badanku. Satu kondisi yang dapat dipastikan tidak memiliki kesadaran, tapi aku selalu mencintai keadaan ini. Tak banyak memang pagi yang pernah kita lalui, karena memang tak banyak waktu yang kita habiskan  bersama. Tapi taukah kau, akulah yang mencintaimu sehangat pagi, semenyenangkan pagi, dan setulus pagi. Bagiku selalu ada memori di sela seruan Tuhan saat fajar mulai datang. Di saat itu hanya ada kita dan pagi. Kau pernah menangis di sana, akupun demikian. Kita pernah setiap hari menghabiskan pergantian malam dan pagi dengan bertukar cerita, cerita sederhana, kadang cerita masa lalu yang saat itu kita tertawakan berdua. Cerita tentang mimpimu, mimpik...

Masih Tentang Kamu

26/05/2015 4.27 Sudah dua tahun cintaku tertambat. Kamu masih satu yang bertahta diatas segalanya. Diatas cintaku akan dunia. Mimpiku masih sama seperti dahulu. Saat dua tahun lalu aku tertegun tak sengaja mengcopy kepribadianmu di otakku. Kau mungkin tak tau seberapa besar mimpi ini tumbuh. Ia mengakar dalam. Saat ini batangnya makin kuat. Akarnya makin memanjang bercokol dalam hati. Bahkan daunnya kini makin lebat makin hijau karna pertemuan kita. Pertemuan kita yg teramat singkat untuk melebur rindu. Berkali kali aku terbangun disampingmu. Berkali kali pula pelukanmu membangunkan sadarku. Tapi kamu tetap tak tergapai olehku. Riuhnya percakapan di pagi harilah yang selalu menamparku. Kau bukan milikku. Tapi harapan ini masih tetap menyala. Mimpi ini masih tumbuh dengan suburnya. Kamu masih lelaki yang selalu membuatku berhenti. Kamu masih selalu jadi sosok yg melindungiku dalam perbuatan. Kamu masih orang yang memperhatikanku dalam diam. Hanya dari cerita merek...