Ini memang soal kebiasaan. Kebiasaan ini dimulai ketika umur kami masih 13. Kami adalah sahabat yang saling mengagumi dalam diam, sahabat yang saling mengasihi dalam doa. Bukan lewat sentuhan. Kami duduk di sekolah dan kelas yang sama saat itu, kami mengenal bukan karena kebiasaan yang sama, bagaimana bisa aku yang tak dapat duduk tenang ini bisa bersahabat dengan dia yang jarang mengeluarkan suara, ya, ini kekuasaan Tuhan yang berkata demikian. Kami jadi sepasang sahabat yang serasi karena kami saling melengkapi, dia yang selalu menjadi pendengar setiaku, sedangkan akulah orang yang selalu mengutarakan maksudnya kepada orang lain saat ia malas berkata melebihi kebiasaannya. Kebiasaan kami dimulai ketika pergantian umur kami yang ke 13. Setiap tanggal 10 Februari, ia akan selalu mengucapkan selamat ulang tahun, menyelipkan bingkisan kecil dalam tas sekolahku, dan yang pasti sebait...
kisah tentang perjalanan, pembelajaran, dan cinta.