"Apa ketakutan terbesarmu Mi?" Seandainya pertanyaan ini ditanyakan enam tahun lalu, aku akan dengan amat jumawa menjawab "apa ya? Aku nggak pernah tuh takut" Tapi saat pertanyaan itu mampir sekarang, aku hanya punya satu jawaban. "Banyak!" Bukan, bukan karna dulu aku pemberani dan sekarang jadi penakut. Dahulu aku pun sama takutnya, tapi diriku yang remaja punya harga diri sangat tinggi yang susah ditawar. Itu menjadikanku manusia super denial. Semakin aku dewasa, makin banyak hal yang aku lewati, semakin aku tersadar banyak hal yang seharusnya tidak lagi ditutupi dan dicarikan tameng. Kemudian aku mulai jujur mengenali diriku dan mulai satu-satu menanggalkan topeng dan tameng yang selama ini jadi pelindungku. Bukan lantas jadi seorang yang blak-blakan, tapi jadi seorang yang jujur pada sekitar dan diri sendiri tentunya. "Lalu apa yang membuatmu takut?" Sama seperti semua orang, aku juga takut gagal, aku takut dianggap remeh orang l...
kisah tentang perjalanan, pembelajaran, dan cinta.