Langsung ke konten utama

Be Grateful




Kadang saat sedih yang kita butuhkan tak melulu soal pengalihan kesedihan, belanja, jalan, makanan enak atau apapun. Hal yang paling kita butuhkan sebenarnya hanya seseorang, siapapun yang ada di sisi kita, tak perlu bercerita, cukup peluk dan kata magis "gapapa, kamu bisa ngelewatinnya"

Aku tak punya banyak sahabat, bahkan jumlahnya dapat dihitung jari, dan tak semua hal aku ceritakan kepada mereka. Kadang hanya sepenggal, sepotong, atau sebagian. Bukan karna hidupku selalu menyenangkan, tapi memang menceritakan hal sedih sesulit itu bagiku. Sebagian sahabatku bahkan hanya tau aku sedang bersedih tanpa tau mengapa. Mereka hadir untuk menemaniku tertawa, tanpa bertanya. Dan memang kadang hanya itu yang aku butuhkan. Mereka bukan tak peduli, tapi itulah bentuk peduli terbaik bagiku. Mereka tau aku kuat melewatinya.

Dibalik tawa, becandaan receh, dan hal konyol, aku pun merasakannya, sedih yang dalam, malam panjang yang dihabiskan dengan tangisan dalam selimut, dan pagi yang terlalu berat untuk dijalani.

Tulisan ini pun aku tulis karna aku sedang bersedih. Hariku yang berat kujalani, rintangan yang serasa sulit terlewat, tentang marah yang belum berhasil ku redam, dan tentang lelap yang ku rindu rasanya. 

Tapi dibalik semua hal yang berat, sungguh aku ingin bersyukur. Bersyukur memiliki satu nama yang berkali mengatakan "gapapa, kuat kamu pasti. Ntar semuanya lewat". Tanpa peluk, tanpa usapan punggung bahkan, tapi sungguh aku bersyukur melewati segalanya bersamanya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan 30

 Hay Mi, Bagaimana rasanya tumbuh dewasa? Apakah menyenangkan seperti pikiran belasanmu? Aku tau tak mudah berada di titikmu saat ini. Berbanggalah Mi, hari ini kamu bisa meredam amarahmu dengan cukup baik. Berbahagialah Mi, karna hari ini kamu berhasil melewati banyak hal yang sulit. Bersoraklah Mi, karna kamu berhasil mengalahkan egomu yang maha dahsyat itu. Terima kasih untuk selalu berusaha dan kuat Terima kasih sudah melebarkan punggungmu untuk memeluk segala rasa tak nyaman Terima kasih sudah melapangkan dadamu untuk memaafkan segala hal Terima kasih untuk selalu menemukan kebahagian sederhana di sela hari Terima kasih banyak Mi, terima kasih banyak

Sendiri

 Berada di sini hari ini, dalam ruang tertutup yang hanya ada aku sendiri. Hidup ini lucu ya, 28 tahun aku merasa tidak punya privasi, selama ini yang pernah aku tau rasanya hanya sendiri di tengah hiruk pikuk, akhirnya aku merasakan sendirian di satu ruangan yang hanya milikku. 2 tahun lalu, aku harus bergegas pulang untuk bisa sendirian, benar-benar sendiri. Hari ini aku akhirnya dapat mencicipi rasanya, sendirian, berjam-jam, berhari-hari.

#SebulanCurcol #Day27: Menjadi Pelukis

Seandainya reinkarnasi ada, kamu mau reinkarnasi jadi siapa atau apa? Aku? Seandainya aku percaya dan reinkarnasi benar ada, aku akan tetap bereinkarnasi sebagai diriku, tapi dengan tambahan kemampuan. Yaitu kemampuan melukis. (Lukisan Keenan di film Perahu Kertas) Dulu aku pernah bercita-cita sebagai polisi, dokter, atau wartawan. Tapi sejak SMP, dalam hati kecilku aku sungguh ingin terlahir sebagai pelukis. Aku ingat dulu saat belia aku pernah diajak berkunjung ke Balai Pemuda Surabaya untuk melihat pameran lukisan. Aku masih terlalu kecil untuk memahami lukisan. Tapi aku ingat, hari itu aku menangis di depan salah satu lukisan abstrak. Lukisan yang aku bahkan tak tau apa yang sedang digambarkan, tapi berhasil aku rasakan. Momen itu lah yang sampai saat ini selalu membuatku iri kepada mereka. Pelukis. Karna aku sadar aku tak punya bakat bermain kuas. Tapi aku sungguh ingin bisa menggambarkan isi kepala, bahkan isi hati di atas kanvas dengan torehan warna yang indah. Ingin ...